Melihat anak belajar naik sepeda


Dua minggu lalu, hari sabtu saya liburan dan asyik memperbaiki sepeda anakku yang mulai karatan. Kenapa? karena anakku yang sekearang umurnya 4 tahun sedang BERSEMANGAT.... dan teriak "AYAH......., kakak Juan(temen mainnya) sudah bisa naik sepeda roda dua? PINGIN AYAH......AJARIN.....?"

Begitu kira kira permintaannya saat itu. Saya salut pada anakku ini.... SEMANGAT-nya untuk bisa naik sepeda roda dua sangat besar.Dari situ saya perbaiki sepedanya yang dulu dia pakai yang sebelumnya pakai roda tambahan.
Sabtu siang saya lihat begitu semangatnya anak saya saat mencoba mengayuh sepeda.... (he he he ikutan cape deh... lari larian megangin sepedanya)......
Sorenya dicoba di lepas... dan bisa 2 meter ... Dan itu membuatnya tambah semangat.... AYAH... KAK LEA udah bisa naik sepeda roda dua.... tapi beberapa saat kemudian dia terjatuh... Dengan tanpa menghiraukan rasa sakitnya dia belajar lagi dan terus belajar, dan akhirnya besoknya ALHAMDULILLAH , Alloh menyambut permintaan anak saya. Alloh berkehendak supaya anakku bisa naik sepeda roda dua....Matur Sembah Nuwun Gusti Alloh......

Ada hikmah ketika kita belajar dari anak naik sepeda....:

1. Untuk mencapai tujuan yang besar butuh SEMANGAT, dan NIAT yang kuat.
2. MENCOBA adalah senjata utama untuk mencapai tujuan.
3. TERJATUH adalah ujian untuk mencapai tujuan.
4. BERHASIL adalah hasil jerih payah yang kita lakukan.

Jadi dari anak belajar sepeda ini harus dilalui oleh kita yang mau ber-entrepreneur ria.... banyak bisnis yang sukses dan banyak yang belum berhasil..... mungkin kuncinya kurang atau bahkan tidak pernah mencoba....

Yuk sama sama mencoba dan terjatuh....
Yuk BERHASIL bersama..



DenMasBroto.

Petuah Buat Anda "Karyawan"


CUEK TERHADAP WAKTU = ‘BOM’ WAKTU

“The bad news is time flies. The good news is you're the pilot” (Michael Althsuler)

Sudah hampir satu setengah jam berlalu dari waktu yang dijanjikan, namun klien penting yang saya tunggu (dan saya pikir tengah mengharapkan kehadiran saya), belum juga ada tanda-tandanya akan datang. Handphone beliau off. Staffnya tak bisa memastikan apakah pimpinannya masih lama datang atau sebentar lagi. Memang ini bukan yang pertama kali terjadi, tapi tetap saja situasi begini bikin saya bengong. Ketika akhirnya bertemu, beliau muncul dengan sumringah. Tidak tampak, apalagi terucap, penyesalannya membuat saya menunggu hampir dua jam. Pun tidak tampak bekas-bekas adanya kondisi urgen yang membuatnya terlambat. Jelas, ini hal biasa untuknya.

Meski sudah millennium baru, di mana begitu banyak teknologi, mulai dari HP, email, jam dan agenda yang bisa digunakan sebagai ‘reminder’ dan alarm, namun budaya jam karet kita terasa betul masih begitu mengakar. Meeting-meeting yang terlambat, deadline yang dilanggar, janji dipatahkan, pesawat delay, adalah berita ’biasa’. Gawatnya, daripada sekuat tenaga mengupayakan ’on time’, kita malah kadang sekuat tenaga memeras otak untuk mencari ’excuse’ atas keterlambatan kita, mulai dari jalanan macet, anggota tim sulit diatur, agenda ketinggalan Padahal label kalau bangsa kita ini punya budaya ’jam karet’ sudah puluhan tahun umurnya, namun nyata-nyata belum kadaluarsa juga. Apakah kita sama sama-tidak merasa bahwa kerongsokan pemanfaatan waktu ini sudah jadi bom waktu, tinggal tunggu meledaknya? Bukankah untuk mengupayakan berbagai keunggulan dan bisa ’menang’, di era kompetitif ini kita perlu terbiasa dengan ”deadline”, urgensi, efisiensi, bahkan upaya ”mencuri waktu”?

STOP Buang Kesempatan Emas
Seorang teman, pemilik sebuah kontraktor bangunan besar menceritakan kiatnya dalam memenangkan kompetisi. ”Yang penting bangunan kita bangun tepat waktu. Bayangkan betapa banyaknya sumberdaya, material dan bunga bank yang terbuang bila ada delay”. Di sini hukum klasik ”waktu adalah uang” benar-benar berlaku. Sebaliknya, teman saya kehilangan kesempatan kerja yang ia impikan karena terlambat hadir pada saat wawancara. Sepupu saya sport jantung, hampir tidak jadi menikah, karena penghulunya tidak bersedia menunggu lebih lama karena harus menikahkan di tempat lain. Pernahkah kita kehilangan pelanggan karena servis kita lama, tidak sesuai waktu yang dijanjikan?

Setiap orang yang terlambat, lupa janji, teledor berlama-lama dalam bekerja, sebenarnya punya rasa bersalah dalam dirinya. Namun, kita banyak tidak menggarap rasa bersalah itu dengan melakukan tindakan perbaikan. Sebagai akibat, kebiasaan bekerja dengan deadline, menghormati waktu orang lain, tidak menjadi obsesi individu bahkan sudah tidak terasa mengganggu lagi. Padahal, sebaliknya, ”waktu” di-”mainkan” dan dimanfaatkan orang lain untuk berbisnis. Dalam bisnis pelayanan misalnya, jika kita ingin menyenangkan hati ’customer’, maka menjaga komitmen waktu sebetulnya adalah sarana yang sangat baik, sekaligus paling sederhana. ”Saya memilih perusahaan penerbangan ini, karena selalu tepat waktu” demikian komentar pelanggan. Bukankah hal ini sebuah fitur pemasaran yang ampuh?

Mungkin kita tak boleh lagi menunda untuk mem-benchmark perusahaan yang sudah sedemikian paham dan ’alert’ bahwa waktu adalah hidup–matinya, dan menciptakan berbagai tools yang membantu untuk selalu waspada dan menjualnya sebagai nilai tambah, misalnya saja, Mc Donald punya jam pasir, di mana pesanan sudah harus muncul sebelum pasirnya habis, atau mereka akan kena penalti, harus memberi hadiah ke pelanggan.

Bukan Sekedar Sibuk, tapi ‘Sibuk’ yang ‘Added Value’
Kita tahu bahwa memang ada orang yang lebih pintar, lebih menawan, atau lebih trampil dari yang lain. Dan, kita juga tahu bahwa setiap kita punya ’modal’ waktu yang sama, yaitu 24 jam atau 1440 menit atau 86400 detik sehari. Dengan modal waktu yang sama, kita perlu menguasai trik-trik untuk bisa unggul. Seperti kalimat bijak Henry David Thoreau, “It's not enough to be busy, so are the ants. The question is, what are we busy about?

Teman saya, seorang eksekutif yang super sibuk, memimpin beberapa perusahaan sekaligus, selalu kelihatan ”punya banyak waktu” untuk pelanggan maupun anggota timnya. Dengan santainya ia memilih pertemuan, tugas, proyek yang penting saja untuk digarap. Sisanya, ia delegasikan. Ia cermat mengkalkulasi waktu perjalanan di Jakarta, menghafal spot-spot kemacetan lalu lintas, sehingga sangat jarang ia terlambat menghadiri pertemuan. Ia pun tidak lupa ”mengulik” waktu untuk beristirahat, berelaksasi, merawat kecantikan, berkomunikasi telpon atau bahkan berkontemplasi. Ia yang senang bila disebut sebagai orang yang ”santai”, seolah tidak pernah dikejar waktu. Inilah sebenarnya individu yang ”advanced” atau canggih dalam pemanfaatan waktu.

Ambil Langkah Nyata, Sekarang!
Seorang kolega di sebuah perusahaan terkemuka, setiap kami bertemu mengeluhkan budaya ngaret di kantornya yang begitu parah. Orang-orang biasa datang ke kantor terlambat lebih dari satu jam, istirahatnya diperpanjang semau gue dan pulang lebih cepat tanpa terlalu merasa bersalah. Suatu hari, saya menemukan banner besar dipasang di tiap lantai di kantornya yang berbunyi,”Ayo dooong, kerja tepat waktu…” Ketika pertama melihat, saya tersenyum sendiri karena membaca nuansa ‘desperado’ dan ‘capek deh…’ di balik pesan sederhana itu.

Namun, kemudian teman saya yang bekerja di kantor tersebut menceritakan betapa mereka kini mulai meng-enjoy suasana efisiensi waktu, saling hukum, saling monitor, saling memberi hadiah dan bahkan merayakan efisiensi dan efektivitas waktu. Satu hal yang tidak bisa kita lupakan, suka tidak suka, campaign efisiensi waktu yang paling ampuh dan sederhana adalah bila para manager, termasuk “top management”, mau berkorban pasang badan sebagai role model yang ‘walk the talk’. Bayangkan betapa “happy”-nya kita bila sikap efisien waktu ini kemudian tertular ke bawahan, pelanggan bahkan ke lingkungan yang lebih luas lagi. Reputasi perusahaan bisa menjadi “daya jual” tersendiri.


di copy dari tulisan
Sylvina Savitri & Eileen Rachman
EXPERD

Soft Skills Training

Ditayangkan di KOMPAS, 10 November 2007



TROCADERO langkah awal DMB Groups



Mampir ya kalau ke BANDUNG.......

Awas Nak Nanti Jatuh !


Pasti Judul di atas sering kita dengar di keluarga-keluarga dengan anak kecil manisnya, "Awas Nak .... Nanti Jatuh !", "Awas ... ! Jangan ... ! Nanti kepleset lho !"

Itulah larangan - larangan yang biasanya dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya jika anaknya melakukan hal-2 yang menurut orang tuanya bakal membuat CILAKA.
Salahkah orang tua?
Dari sisi niat : orang tua mana sih yang mau membuat celaka anaknya? jadi niat orang tua tulus ,... supaya anaknya tidak cilaka, dengan asumsi2 persepsi yang dipunyai orang tua tadi, misal anak panjat pagar.... asumsi orang tua , bisa jatuh dari pagar, reaksi orang tua "Awas nak, jangan naik pagar itu nanti jatuh !".
Dari sisi EFEK : Akan sangat mempengaruhi perkembangan anak, anak akan merasa takut untuk mencoba, karena sudah dibatasi oleh kata-kata orang tua. Anak kedepan akan kurang kreatif.... dan kemungkinan jatuh menjadi lebih besar lagi....

Itulah Kekuatan Dari Kata - Kata ....."The POWER of WORDS"

Begitu pula dengan bisnis..., biasanya seorang istri akan berkata pada suaminya "Jangan buang - buang uang lah Pak.... kalau gagal gimana?" , "walah... pasti gagal lagi !"

Apa yang hilang untuk 2 kasus ini ? KESEMPATAN, PENGALAMAN dan KEBERHASILAN.

Sang Anak kehilangan KESEMPATAN bisa naik pagar, PENGALAMAN naik pagar, KEBERHASILAN menaiki pagar...

Suami kehilangan KESEMPATAN untuk belajar bisnis, PENGALAMAN bisnis, KEBERHASILAN berbisnis..... gimana mau berhasil jika belum memulai?

Hayuk ,...... Pikir, Mulai dan Nikmati BISNIS Anda, jangan hanya Pikir,pikir dan pikir......

Siapa lagi yang mau merubah nasib kita kalau bukan kita sendiri dengan Izin Alloh?

Hindari kata-kata negatif yang justru akan membuat diri kita menjadi magnit keburukan... sehingga banyak keburukan-keburukan yang akan nempel ke kita......

Perbanyak Percaya Diri.... buat diri kita menjadi magnet kebaikan.... yang membuat kehidupan kita jadi barokah... Amin


Salam,

DenMasBroto

Plan and Action dari Sang Burung Pelatuk


Dari tausiah dhuhur hari Rabu 3 Oktober 2007 , ada yang tepat dengan tema blog ini , yaitu kisah nyata perjuangan sang burung pelatuk.
Saya terus terang juga baru tahu ,"SUBHANALLOH"....

Memang Maha Bijaksana Alloh sang pemilik alam raya, Alloh Sang Maha Merencanakan, Tiada Ujian kecuali kepada orang2 yang mampu.

Tahukah anda apa yang dilakukan burung pelatuk di musim buah?
Tahukah anda siapa yang sebenarnya menggerakkan burung itu?

ACTION.....

itulah jawabannya.... TINDAKAN.
Tindakan untuk SAVING , menyimpan makanan ..... untuk siapa?
Tidak hanya untuk dia tetapi untuk keturunannya....
Bayangkan..??..??..??
Ternyata setiap musim buah tiba, burung2 ini menyimpan biji2 buah ke dalam lubang2 kecil yang dia buat di batang-batang pohon. Dan jumlahnya ....RIBUAN biji....

PLAN......

Burung ini sudah tahu kapan waktunya untuk savings dan kapan waktunya mengeluarkan , dalam arti lain dia saja mempunyai plan atau rencana kedepan yang gemilang...

Sudahkah kita menang secara mental dengan burung pelatuk ini?

Apa yang sudah kita persiapkan untuk anak cucu kita nanti ?

Sampai kapankah kita hidup?

Sampai kapankah tenaga kita bisa dijadikan modal buat cari biji bijian yang akan di makan anak2 kita?


Bayangkan saat itu tiba.....saat dimana kita Pensiun.... atau ekstrimnya saat kita kembali kepada Nya. Sudahkah kita persiapkan buat generasi kita? KULIAH? ahhh itu mah sudah sewajarnya..... Sudahkan kita ciptakan system bisnis yang bisa kita wariskan?

Mari belajar dari Sang Burung Pelatuk.
Persiapan yang baik untuk generasi kita mendatang , dengan tujuan yang lebih baik , DUNIA & AKHIRAT.


Salam,


DenMasBroto

T H R ( Tunjangan Hari Raya )


TUNJANGAN HARI RAYA .......
Jika kita berprofesi sebagai KARYAWAN atau istilah kerennya EMPLOYEE pastilah tidak asing lagi dengan THR. Sesuatu yang dinanti menjelang lebaran. SUDAHKAN ANDA MENDAPAT THR?
Dulu sewaktu kerja pertama kali senang rasanya saya dapat THR walaupun proporsional...... maksudnya karena belum genap 1 tahun ..ya .. dapat THRnya proporsional misal kerja 1 bulan berarti 1/12 x THR full.

Kalau kita saja perlu THR itu SUDAHKAH kita memberikan hak THR orang lain ?
Punyakah kita Pembantu Rumah Tangga(PRT) di keluarga kita?
Sudahkan kita berikan hak THR nya ? kalau belum USAHAKAN ! BERIKAN ! Dia akan sangat sangat berterima kasih........apalagi dilebihin...... mungkin dengan syaraf bawah sadarnya OTOMATIS dia akan berdoa buat kita......sebuah do'a kebaikan. Coba kalau tidak mungkin tetap berdo'a tapi do'a keburukan ......kali ye.....
Punyakah kita karyawan ?
Sudahkah kita alokasikan dana buat THR mereka? kalau belum, BERIKAN!
KENAPA?
Karena dengan mereka kita bisa raih cita2 kita, dengan mereka kita bisa melaksanakan bisnis sampingan kita , dan dengan mereka yang jelas kita sangat terbantu.
Coba Bayangkan, Jika terbiasa dengan PRT , nanti habis lebaran PRT kita tidak balik.... apa yang akan kita rasakan? ditambah lagi jika suami / istri bekerja sebagai karyawan...... dengan 2 anak balita dirumah.... apa yang akan terjadi?
Jika kita punya WARUNG TEGAL, dengan mempekerjakan 3 orang, dan setelah lebaran orang tsb. tidak balik lagi ke kita ..... apa yang akan terjadi dengan kita....... PUSING... BINGUNG..... MAU MARAH..... KESAL.... SEBEL.... NGUMPAT.... itu mungkin saja terjadi.
MEREKA adalah orang orang yang berjasa buat kita, mereka termasuk keluarga kita, mereka mungkin jauh lebih baik daripada kita di mata Alloh. Berikan hak THR kepada mereka, kalau bisa dilebihin......
SURGA?
Mungkin merekalah penghuni-penghuni SURGA itu...... karena penghuni surga kebanyakan adalah orang2 fakir, mungkin mereka fakir harta tapi kaya amal, kaya ibadah, dan hati hatilah wanita yang tidak berjalan di jalan Nya dan wanita yang tidak nyaman dengan aturan Alloh , karena kebanyakan penghuni neraka adalah kaum wanita....

Kembali ke TOPIK..... mau beramal?
Perbanyak THR, Berikan Pekerjaan ke banyak orang, selagi kita berkecukupan.
Gunakan waktu cukupmu sebelum datang waktu sempitmu.
Gunakan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.

Caranya ?
CIPTAKAN BISNIS! .... IKHTIAR .... BERDO'A .... TAWAKAL...
Gunakan metoda BOTOL (Berani Optimis dengan Tenaga Orang Lain.....)
Sehingga pada hakikatnya bukan kita yang menggaji mereka, tetapi merekalah yang menggaji kita, karena dengan kerja mereka kita ikut mendapat penghasilan , INSYA ALLOH.
Beri kesejahteraan yang baik buat mereka, maka mereka akan lebih banyak berdoa kebaikan buat kita.



Salam,


DenMasBroto Group


Meraup Untung di Bulan Raya Umat Islam


Ramadhan.....
Itulah bulan Raya Umat Islam, di bulan itulah banyak kebaikan kebaikan yang dijanjikan...... terutama adanya 1 malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Bayangkan ? ? ? ? ? ? 1000 bulan..... hanya dengan 1 malam...
Hayuk kita hitung dan kita hubungkan dengan uang..... (karena kita biasanya selalu saja menyamakan keberhasilan dengan uang, padahal SALAH)

Umpama kita kerja 1 bulan dengan gaji 10 juta ..... (udah belum 1 bulan 10 juta?, mungkin bervariasi ya.......) 1000 x 10 jt = Rp. 10 Miliar......WOOWWWWW....... hanya 1 malam????? siapa gak mau?
Disitulah kelebihannya, belum lagi jika kebaikan - kebaikan amalan kita , seperti shodaqoh, menafkahi istri lahir batin , menyenangkan orang lain dan lainnya juga Insya Alloh akan lebih baik 1000 kali....
Dengan demikian siapa yang mendapat malam itu dia tergolong sebagai SPIRITUAL ENTREPRENEUR.......mampu menggunakan kesempatan dengan tindakan...... (Note: saya juga baru bermimpi untuk itu karena masih belum bisa iktikaf 10 hari terakhir, paling tidak mimpi dulu)
Kita kaum muslim akan mendapat 2 keuntungan jika melakukan 2 kegiatan , satu untuk Alloh yang kedua untuk dunia .
Yang 1. Seperti disebutkan di atas, berusaha mendapat 1 malam ajaib, masih jauh dari yang di anjurkan , walau sudah mencoba.....
Yang 2. Bisa berbisnis sesuatu yang berhubungan dengan puasa dan lebaran seperti sembako, makanan manis, kolak, baju muslim, baju koko, sarung .......dll.
Saya sudah pernah melaksanakan yang no 2 walaupun hanya 2 lebaran tapi memang bagus buat mencoba..... setelah di mutasi..... nggak lagi deh..... tapi sekarang lagi buat sistem supaya orang lain bisa mengerjakan bisnisku.... doakan ya?

Kenyataannya :
Siapakah yang meraup untung di BULAN RAYA MUSLIMIN sebenarnya? Kita lihat manakah bisnis yang rame di bulan ini.....
Siapakah pemilik-pemilik Mall yang megah, yang selalu berjubel di hari ramadhan, muslimkah? yang menarik kenapa pula pembelinya mayoritas muslim.... kata orang sunda teh "Sambil NGABUBURIT".
Siapakah yang memproduksi sajadahnya kaum muslimin? muslimkah?

Ternyata Ramadhan tidak hanya Bulan Rayanya muslim tetapi juga pebisnis..... walaupun kebanyakan non-muslim...
Kenapa kita sebagai muslim tidak ambil bagian ? sebagai subject bukan object...
Mari kita Mulai Usaha Dengan Bismillah

Mungkin lebih mulia untuk dibulan Ramadhan gini menjadi SPIRITUAL ENTREPRENEUR , jika dapat dua duanya lebih baik lagi, tapi jangan sampai kita TIDAK mendapat keduanya.


Salam,

DenMasBroto Group


MOMPRENEUR bagian-2


MOMPRENEUR menurut arti mudahnya adalah MOM atau mama atau bunda atau ibu ibu yang melakukan kegiatan ENTREPRENEUR... MOMPRENEUR memiliki jiwa entrepeneur itu. Semangat untuk mandiri , tanggung jawab dan dapat dipercaya selalu menyertainya.Hal-hal yang menjadi kenyataan mengenai kewanitaan :
1. Fitroh seorang ibu adalah untuk mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan rumah tangga.... Mengurus Anak , Mengurus kegiatan di rumah, Mengajari anak, Menyuapin anak, Menyusui bayinya, Mengurusi suami dan lainnya. Coba bayangkan jika kejadian di posting sebelumnya MOMPRENEUR bagian-1 terjadi pada anda... Naudzubillahi mindzalik Tsumma naudubillahi mindzalik.. Mudah2an Alloh tidak memberikan adzab itu.... karena selain ibunya yang kena dosanya tapi Bapak dan yang jelas Anak tsb juga akan kena dampaknya, karena anak tsb akan meminta ke Alloh untuk menahan kedua orang tuanya sewaktu mau masuk surganya Alloh....
2. Ekonomi masih penting untuk kehidupan dunia. Banyak terdengar di surat kabar - surat kabar di televisi dan media masa lainnya , terjadi pembunuhan anaknya sendiri gara - gara ketakutan ekonomi. Dan yang lebih tragis lagi mereka bukannya orang - orang yang tidak kenal agama, tetapi mereka adalah orang-orang yang taat beribadah.....banyak juga karena faktor ekonomi , pasangan suami istri memilih untuk pisah daripada melanjutkan sebagai suami istri, dan sebagian lainnya tertarik pada pria kaya.
3. Wanita berkarir sebagai karyawan semakin banyak. Ibu saya juga seorang karyawan, tetapi bukan seperti wanita karir yang ada di kota2 sekarang ini. Ibu saya seorang guru SD yang Alhamdulillah sekarang menjadi Kepala sekolah SD.. kenapa saya bilang Ibu saya tidak seperti mereka ? karena waktu kerjanya hanya sampai jam 13.00 siang, dan selalu kumpul dengan saya dan adik2 saya di waktu siang sampai malam, sore hari kadang2 diajak Bapak yang juga sebagai pendidik, pergi untuk mencangkul atau mengairi sawah.... Di sekitar saya bekerja saja banyak wanita2 karir yang meninggalkan anak2nya yang masih bayi dititipkan ke baby sitter nya pulangnya larut, dan bisa dipastikan pulang dari kantor lebih dari jam 5 sore.....jam berapakan sampai rumah ? kemungkinan untuk kota Jakarta sampai rumah jam 18:30.... bahkan banyak yang sampai rumah anaknya sudah tidur dan waktu berangkat anaknya belum bangun.... JADI KAPAN KETEMU ANAK??????? apalagi mengajari? mengarahkan? . Itu baru anak , gimana dengan SUAMI? Apakah suami juga tidak kebagian? he he he......Jadi lebih muia mana di hadapan Alloh antara wanita ini dengan wanita yang tiap hari memperhatikan anak2nya di rumah serta melayani suaminya? Pernahkan anda sebagai wanita sekaliiiii saja menyemirkan sepatu buat suami anda? Pernahkan anda wanita menjemput dengan senyuman manis serta secangkir air putih ditangan untuk menyambut suami datang dari kerja? Seringkah anda pergi-pergi tanpa ijin suami? Seringkah anda menolak ajakan suami untuk beribadah suami istri dikarenakan Capek, "Mas, besok aja ya lagi capek Nih?" besoknya berkata hal yang sama? Tahukan anda jika menolak ajakan itu, malaikat akan melaknat wanita itu sampai pagi............udah aja ya? kalau dianjutkan akan makin banyak lagi nih.......
4. Wanita merasa lebih daripada laki-laki. Mudah2an Anda pembaca bukan termasuk golongan ini. Amin. Karena merasa bisa menghasilkan uang sendiri banyak wanita cerai gara2meremehkan suaminya yang mungkin bergaji kecil. Sehingga sering bertengkar bahkan membalik tugas2 seorang istri dikasihkan ke suami.... Ada kejadian juga wanita menjadi imam sholat bagi laki2 di Amerika Serikat ????? Jaman udah edan....... Banyak wanita menolak hukum2 yang telah ditetapkan Alloh Sang Pemilik Jagad Raya, misalnya hukum waris dan hukum nikah . Wanita ngaku islam tapi nolak hukumnya. Banyak juga jamaah haji dari indonesia , yang wanita berangkat sendiri tanpa muhrim, padahal ini menurut ulama Arab saudi dilarang..... banyak juga jamaah haji dai Indonesia jika menyeru "Labaik Allohumma Labaikh.... Labaikkaalla Syariikallaka labaikh" lebih kencang suaranya dari suara laki2.... TIDAK BOLLEH...!

Nah......., dengan 4 contoh di atas maka MOMPRENEUR sebaiknya di galakkan. MOMPRENEUR bisa melakukan aktifitasnya dari rumah, sambil bercanda dengan sang anak.... Sikap seorang entrepreneur seperti SIAP RUGI, SIAP UNTUNG dan SIAP BERBAGI selalu melekat di jiwa MOMPRENEUR ini. Banyak MOMPRENEUR sukses yang bermula dari bermain dengan anaknya, contohnya menjual kaleng bekas susu anak dan di cat dengan gambar2 anak2 seperti gambar gunung, gambar kupu kupu, dengan warna marni khas anak2. Semula pasti tidak menguntungkan lama2 pasti Alloh Maha tahu apa yang diusahakan hambaNya.......Ada lagi sebagai pabrik roti rumahan, rajut rumahan, pengarang buku, Internet Marketter, dsb yang kantornya di Rumah......

Tentunya MOMPRENEUR yang baik adalah yang bisa melakukan fungsi-2 sebagi ibu dengan benar, dan senyuman manis buat sang suami tercintapun masih bisa di rekahkan.....