Mencari Passive Income dari Internet


Pasif Income .......
Apakah Passive Income itu? Bagaimana Mendapatkannya? Modal Berapa?
Ikuti terus ulasan saya di bawah ini....

Pasif income secara harfiah dapat di artikan bahwa kita mendapatkan INCOME (penghasilan) dengan tanpa mengejakannya....

CONTOH:
Kita seorang karyawan sebuah perusahaan.... kita mendapat GAJI per bulan , maka pendapatan (GAJI) kita itu dinamakan ACTIVE INCOME .Kita dapat duit karena kita kerja.
Misal selain kerja , kita juga mempunyai KOS-KOSan 20 kamar.... dan kita mendapatkan uang dari hasil kos tadi sebanyak 10 juta...... Maka uang 10 juta ini disebut PASSIVE INCOME. Karena tanpa kita kerjapun kita akan dapat duit, selama ada yang ngeKOS di rumah kita.

Jadi perbedaannya adalah
-ACTIVE INCOME : Ada penghasilan jika kita active bekerja
-PASSIVE INCOME : Ada penghasilan walaupun kita tidak bekerja ....

MAU?

Banyak jalan untuk mencapai Pasif income ini.... seperti kos-kosan, hutang baik, ataupun Internet Marketing.
Yang paling murah modalnya untuk ketiga pencetak passive income ini sepertinya passive income lewat INTERNET, atau di kenal dengan internet marketting.
Saya juga lagi belajar untuk mendapatkan passive income dari internet ini.... setelah saya juga pernah mencoba dan sedang berjalan berbisnis secara tradisional..(JUALAN).

Jika ingin bareng bareng belajar... saya ada referensi tempat belajar untuk mendapatkan passive income ini....yang saya rasa tidak mengada-ada... yang mengajarkan Ilmu Internet dan komputer mulai dari yang sangat dasar.
Dialah seorang guru Internet kelahiran BANJARAN sebuah pinggiran BANDUNG tetapi sangat pintar mengajar , Sudahkah Anda dengar nama besar ANNE AHIRA?.

Kunjungi site http://ahira-online.com

Dengan uang iuran Rp.199.000,- per bulan akan kita dapatkan buku-buku elektronik (PDF), Video Training, arahan2 untuk mendapatkan income dari internet...... dan yang jelas gaya mengajarnya sangat enak dicerna atau dimengerti. Sebagai gambaran..., kita akan di ajarkan detail dari awal seperti CARA MEMBUAT FOLDER , Meng-organisir email, membuat web, dsb.... Wuah deh pokoknya dari NOL kita belajar.....

Saya sekarang juga baru memasuki pelajaran bulan ke-2 dan Ilmu yang saya dapat Alhamdulillah, sangat-sangat berguna...... bahkan setelah melihat modul training di bulan kedua ini... ternyata sudah tersedia file2 yang sudah jadi dan bebas kita ambil, seperti WEB TEMPLATE, Ilmu promosi WEB, dsb

Yuk bareng bareng belajar di http://ahira-online.com

Sampai ketemu dengan Guru ANNE AHIRA..... di Kampus Online nya ANNE AHIRA..
Mari bareng-bareng sukses bersama.....

Nanti kita sama sama sharing perkembangan ilmu kita ya.....?


Internet Marketing is Growing Up


Internet Marketing is growing up very fast at the moment.

One of a prospective business is Internet Marketing. Why.....

1. Cheap , The cost will be less than ordinary business.Of course because we only need a computer, Internet Connection, Domain and Hosting. No need office, paper, employ, and other high cost activity.

2. Large Coverage, Large Market. In our small machine we can hold on all the world, with no need to pay a plane ticket ... he he he.... Business from our home.
3. Controllable. With mobile internet we can control our business easily. Internet is become a life style. GPRS,3G, HSDPA and other new technology of ineternet connection.

Start your business with Internet capability now....
*******
Web Log or Blog at the beginning is not implemented for a business but usually as a life diary and other non profitable activity. But now, many Blogger hid and seek a dollar from internet and successful

To Improve your blog visibility , you can use Technorati, (This is my Technorati Profile) because technorati will submit your blog and do listing to a big search engine like Google, yahoo, etc... (mbah Google dan mBah Yahoo).

More and more people visiting your blog and reading your content, automatically your product or your business will be grow very fast. Insya Alloh.

Best Regard

DenMasBroto

Implementing Business with Internet Banking


Are you an employee and businessman ?
Do you have difficulty of managing monetary transaction of your business ?


The answer is INTERNET BANKING

If we are always busy in our work activity and other side we also have to implement business transaction, for examples fund transfer, checking balance and other, we surely need to have a tools for helping us. With Internet Banking we can do a fund transaction easily. Try yourself to get Internet banking and you will surprise how powerful it is.

There are many banks which have internat banking feature, In Indonesia we have Bank Central Asia ( BCA), National Bank Indonesi ( BNI) and bank PANIN

About Safety Factor:
Safety Factor is not an issues again at the moment because you will be protected by password key for doing fund transfer...... Every time you do command in internet to transfer your money you always get a new password from your password key (BCA Key or TOKEN or other)

But, if you do not want to do a fund transfer, you do not need a password key but you have to have web login and password.

How to enlisting :

1. register in ATM for internet banking. You will get user and password for login in into WEB internet banking.
2. Enlist in web
3. Ask for a password key
4. Take your password key in the bank.

Way of using internet banking :

1. Logins with user password which have been registered
2. Do choice of transaction which wanted
3. Apply password number from password key for fund transfer
4. Save the result as an evidence

With this Internet Banking, we can do our business transaction easily.
Hopefully this a short tips can help you.

Click below for the address :
BCA
BNI
PANIN



DENMASBROTO

ALAMAT CAMPINA


Ternyata Banyak Pertanyaan tentang dimana alamat CAMPINA dan siapa Contact person nya. Mereka banyak yang tertarik dengan Program CAMPINA SCOOP COUNTER yang memang MENARIK untuk di coba..... seperti ulasan saya terdahulu CAMPINA BOLEH DI COBA.

Sebenarnya Alamat dan Contact Person untuk CAMPINA SCOOP COUNTER ada di webnya campina sendiri Klik disini.
Tetapi Jika Rekan2 semua sudah terlanjur masuk ke Rumahku ini , rasanya saya akan merasa bersalah jika tidak memberikan informasi yang memudahkan .
Untuk itu di bawah adalah alamat dan Contact person CAMPINA yang saya copy dari webnya CAMPINA. Mudah - mudahan bermanfaat .

Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi Layanan Bebas Pulsa 0 800 1 ES KRIM (375746) atau Email: customer_care@campina.co.id atau hubungi Kantor Perwakilan terdekat di :

JABOTABEK
1. Kosambi
Jl. Raya Duri Kosambi 12, Jakarta Barat
Telp: (021) 541 4141
Fax : (021) 619 4558
Contact Person : Bp. Agus Jiwantoro, Bp. Willi

2. Buaran
Multi Piranti Graha
Jl. Radin Inten II No. 2 Buaran, Duren Sawit Jaktim
Telp: (021) 863 2771-3
Fax: (021) 863 2774
Contact Person : Bp. Wisnu, Bp. Nasrul

3. Parung
Kampung Lebak Wangi RT 001/RW 02
Desa Pamegarsari Kec. Parung, Bogor
Telp: (0251) 617 609
Fax: (0251) 600 220
Contact Person : Bp. Triyono, Bp. Erwin

JAWA BARAT
1. Bandung
Jl. Holis No. 306, Bandung
Telp: (022) 603 4902
Fax: (022) 603 0646
Contact Person : Bp. Purwanto, Bp. Askur

2. Cirebon
Jl. Samadikun No. 17
Telp: (0231) 205 685
Fax: (0231) 205 685
Contact Person : Bp. Rudi Prasetyanto

JAWA TENGAH
1. Yogyakarta
Jl. Pandean No. 2, Yogyakarta
Telp: (0274) 376 711
Fax: (0274) 376 711
Contact Person : Bp. Sunaryo, Bp. Nanang

2. Semarang
Jl. Terboyo Industri Timur IV Blok G-45 Semarang
Telp: (024) 658 3711
Fax: (024) 658 3711
Contact Person : Bp. Andri Kurniawan, Bp. Yulian

3. Purwokerto
Jl. Suprato Kotasari, Purwokerto
Telp: (0281) 630 402

JAWA TIMUR
1. Surabaya
Jl. Berbek Industri I No. 4, Surabaya
Telp: (031) 843 2032
Fax: (031) 843 1985
Contact Person : Bp. Dwi Saryono, Bp. Zohan

2. Malang
Jl. Tenaga Baru I No. 10 Blimbing, Malang
Telp: (0341) 493 784
Fax: (0341) 493 785
Contact Person : Bp. Soetikno

3. Jember
Jl. Cendrawasih No. 9, Jember
Telp: (0331) 468 048
Fax: (0331) 486 048
Contact Person : Bp. Danny Sucianto

4. Nganjuk
Jl. Raya Guyangan No. 36, Nganjuk
Telp: (0358) 322508
Fax: (0358) 322508
Contact Person : Bp. Andra Krisyudantha

TetapBerKreasi

Berbisnis atau bekerja adalah sebuah pilihan


Kita diajarkan untuk Kejarlah Akhirat mu seakan kamu akan mati esok hari ( bahkan tidak ada yang dapat mencegahnya apabila kita mati detik ini ) dan Kejarlah Dunia mu seakan kamu akan hidup seribu tahun lagi.


Di bawah ini adalah artikel di "Inview Magazine" edisi 27/Oktober halaman 14-15 ("a free magazine") yang Mudah2an bisa menjadi motivator buat kita.......,

Mulai Cerita:-----------------

FLAG CARRIER.
Menjadi seorang entrepreneur mungkin masih jadi impian bagi sebagian orang. Namun tidak bagi Budi Rachmat. Ia berani keluar dari tempat kerjanya di sebuah perusahaan besar 'consumer goods' yang telah memberinya gaji sekitar Rp.10juta/bulan di tahun 2003. Merasa mantap berbisnis, ia pun memilih waralaba minimarket.

Budi Rachmat: "BEKERJA JADI PILIHAN, BUKAN KEWAJIBAN".

Ternyata, pilihan lulusan Sastra Cina Universitas Indonesia ini tak salah. Kini, penghasilannya sudah mencapai 6 kali lipat dari semula dan Budi telah memasuki tahapan pencapaian kebebasan finansial ala Robert T.Kiyosaki. Dua buah minimarket di Bendungan Jago dan Kedung Halang, Bogor menjadi sumber pemasukan utamanya.

Namun sosoknya tetap sederhana. Saat 'Inview' bertandang ke salah satu toko miliknya di Bendungan Jago, Kemayoran, Jakarta, ia memberikan kartu nama dan berujar singkat: "Ini alamat rumah saya, soalnya kini saya banyak bekerja di rumah". Berikut perbincangannya:

APA PERTIMBANGAN ANDA SAAT KELUAR DARI PEKERJAAN DAN TERJUN BERBISNIS?
Sebetulnya sejak 2002 saya sudah punya keinginan keluar, saat anak saya lahir. Usia saya waktu itu 40 tahun dan usia pensiun di perusahaan saya adalah 55 tahun. Artinya, ketika saya pensiun, usia anak saya baru 15 tahun, padahal dia baru selesai sekolah pada usia 25 tahun. Jadi, saya harus membiayai minimal 10 tahun lagi sejak saya pensiun nanti. Harus dibayar dari mana sisa 10 tahun? Karena kalau sudah pensiun 'income' akan turun. Akhirnya saya niat berbisnis.

LALU KENAPA MEMILIH WARALABA MINIMARKET?
Karena saya tidak bisa bisnis maka saya carinya waralaba. Ada pameran waralaba saya datang, sampai akhirnya saya putuskan ambil yang ritel saja karena tahun lama. Saat itu ada dua besar pilihan minimarket dan sebenarnya keduannya sama saja. Tetapi yang satu responnya kurang cepat. Saya mau jadi investor dan datang ke sana minta data, tapi respon dia lama. Sedangkan di minimarket satunya cepat sekali, bahkan sampai level direktur ketemu juga. Akhirnya saya ambil.

LALU MODEL KERJASAMA SEPERTI APA YANG ANDA PILIH?
Sebenarnya saya mengikuti Robert T.Kiyosaki dengan membaca buku-bukunya. Menurut Kiyosaki, ambil bisnis harus hasilnya 'cashflow' kalau 'paper asset' baru hasilnya 'capital gain'. Kalau saya, bila saya ambil sekarang maka bulan depan saya dapat berapa duitnya. Ketika saya investasi di sini maka bulan depan saya sudah tahu akan dapat berapa. Jadi, saya ambil model yang 'take over'.

KENAPA?
Tadinya toko ini milik Alfamart sudah selama satu tahun. Sewaktu saya ambil saya sudah tahun berapa pemasukan selama tiga bulan sebelumnya. Sesudah saya komit mau ambil, pihak mereka secara terbuka memberikan laporan keuangannya. Saat itu saya sudah tahu bahwa bulan depan saya akan mendapat Rp.13jt bersih seperti dalam laporan tiga bulan terakhirnya. Waktu itu omzetnya sekitar Rp.325 juta/bulan dan kini omzetnya antara Rp.375 juta sampai Rp.400 juta/bulan.

SAAT INI, BERAPA PENDAPATAN BERSIH TOKO DI BENDUNGAN JAGO?
Rata-rata Rp.17-18 juta per bulan. Sedang yang di Kedung Halang sekitar Rp.13 jutaan.

DARI MANA DANA UNTUK MEMBELI WARALABA INI?
Dari tabungan saya selama bekerja. Saya juga pernah bekerja di Singapura dengan gaji yang besar dan utuh.

Pada bulan Mei 2003, Budi sudah memiliki Alfamart Bendungan Jago. Menurut suami Dini Anggraini yang dikarunia tiga orang putri ini, biaya 'take over' ini adalah Rp.450 juta dengan luas 120 m2 dan 45 rak. "Ketika sudah berjalan setahun lebih dua bulan, saya baru berani minta kredit ke Bank Bukopin untuk 'take over' toko di Kedung Halang dengan biaya Rp.550 juta dengan luas 70 m2 dan 36 rak. Memang labih mahal karena beda tahun belinya," papar Budi. Saat itu, toko di Kedung Halang dapat menghasilkan penghasilan bersih Rp.11 juta/bulan. Kini ia sedang mengincar kepemilikan minimarket yang sama untuk ketiga kalinya.

BAGAIMANA STRATEGI ANDA SAAT MULAI BERBISNIS?
Waktu keluar dari pekerjaan, saya adalah pengangguran. Lalu saya bikin PT Tiga Bintang dan di PT ini saya direktur. Tapi sebenarnya semuanya yang mengerjakan adalah Alfamart seperti pembukuan, training dan orang-orangnya karena dia sudah memiliki sistem. Kecuali orang kesatu dan kedua adalah dari saya. Jadi, ini adalah "passive income' saya.

APA PERAN ANDA SEBAGAI INVESTOR?
Sebetulnya saya cuma mengawasi saja bahkan saya bisa hanya mengawasi dari pembukuan saja. Setiap bulan saya terima pembukuan lengkap. Saya juga alokasikan waktu saya minimal dua minggu sekali untuk datang ke toko. Bagaimana pun mereka juga karyawan saya, kalau saya datang mereka merasa diperhatikan.

APA OBSESI ANDA KE DEPAN?

Waktu keluar dari pekerjaan saya pada Mei 2003, target pertama adalah di bulan Mei 2005 pendapatan saya tiga kali lipat dari 'expenses' saya. Target itu tercapai. Target kedua adalah Mei 2008 saya harus punya 'passive income' tiga kali lipat dari 'expenses'. Target selanjutnya adalah bulan Mei 2010 sudah 'sustainable'.

BUKANKAN BISNIS JUGA AKAN MENGALAMI NAIK TURUN?
Benar, oleh sebab itu sewaktu menjalankan bisnis kita tahu kenapa harus tiga kali lipat, karena bisnis bisa naik turun. Sekarang saya dapatnya gede, tapi kadang turun. Kalau saya sudah dapat tiga gali lipat, kalau turun maka turunnya tidak lebih rendah dari satu kali lipat. Pada 2010 itulah saya harapkan 'sustainable', tidak bakal turun tapi tetap naik. Lebih aman. 'Passive income' artinya tanpa bekerja 'income' sudah masuk. Bekerja pun jadi pilihan, bukan kewajiban. ** (klm)




Mudah2an bermanfaat


DenMasBroto


Melihat anak belajar naik sepeda


Dua minggu lalu, hari sabtu saya liburan dan asyik memperbaiki sepeda anakku yang mulai karatan. Kenapa? karena anakku yang sekearang umurnya 4 tahun sedang BERSEMANGAT.... dan teriak "AYAH......., kakak Juan(temen mainnya) sudah bisa naik sepeda roda dua? PINGIN AYAH......AJARIN.....?"

Begitu kira kira permintaannya saat itu. Saya salut pada anakku ini.... SEMANGAT-nya untuk bisa naik sepeda roda dua sangat besar.Dari situ saya perbaiki sepedanya yang dulu dia pakai yang sebelumnya pakai roda tambahan.
Sabtu siang saya lihat begitu semangatnya anak saya saat mencoba mengayuh sepeda.... (he he he ikutan cape deh... lari larian megangin sepedanya)......
Sorenya dicoba di lepas... dan bisa 2 meter ... Dan itu membuatnya tambah semangat.... AYAH... KAK LEA udah bisa naik sepeda roda dua.... tapi beberapa saat kemudian dia terjatuh... Dengan tanpa menghiraukan rasa sakitnya dia belajar lagi dan terus belajar, dan akhirnya besoknya ALHAMDULILLAH , Alloh menyambut permintaan anak saya. Alloh berkehendak supaya anakku bisa naik sepeda roda dua....Matur Sembah Nuwun Gusti Alloh......

Ada hikmah ketika kita belajar dari anak naik sepeda....:

1. Untuk mencapai tujuan yang besar butuh SEMANGAT, dan NIAT yang kuat.
2. MENCOBA adalah senjata utama untuk mencapai tujuan.
3. TERJATUH adalah ujian untuk mencapai tujuan.
4. BERHASIL adalah hasil jerih payah yang kita lakukan.

Jadi dari anak belajar sepeda ini harus dilalui oleh kita yang mau ber-entrepreneur ria.... banyak bisnis yang sukses dan banyak yang belum berhasil..... mungkin kuncinya kurang atau bahkan tidak pernah mencoba....

Yuk sama sama mencoba dan terjatuh....
Yuk BERHASIL bersama..



DenMasBroto.

Petuah Buat Anda "Karyawan"


CUEK TERHADAP WAKTU = ‘BOM’ WAKTU

“The bad news is time flies. The good news is you're the pilot” (Michael Althsuler)

Sudah hampir satu setengah jam berlalu dari waktu yang dijanjikan, namun klien penting yang saya tunggu (dan saya pikir tengah mengharapkan kehadiran saya), belum juga ada tanda-tandanya akan datang. Handphone beliau off. Staffnya tak bisa memastikan apakah pimpinannya masih lama datang atau sebentar lagi. Memang ini bukan yang pertama kali terjadi, tapi tetap saja situasi begini bikin saya bengong. Ketika akhirnya bertemu, beliau muncul dengan sumringah. Tidak tampak, apalagi terucap, penyesalannya membuat saya menunggu hampir dua jam. Pun tidak tampak bekas-bekas adanya kondisi urgen yang membuatnya terlambat. Jelas, ini hal biasa untuknya.

Meski sudah millennium baru, di mana begitu banyak teknologi, mulai dari HP, email, jam dan agenda yang bisa digunakan sebagai ‘reminder’ dan alarm, namun budaya jam karet kita terasa betul masih begitu mengakar. Meeting-meeting yang terlambat, deadline yang dilanggar, janji dipatahkan, pesawat delay, adalah berita ’biasa’. Gawatnya, daripada sekuat tenaga mengupayakan ’on time’, kita malah kadang sekuat tenaga memeras otak untuk mencari ’excuse’ atas keterlambatan kita, mulai dari jalanan macet, anggota tim sulit diatur, agenda ketinggalan Padahal label kalau bangsa kita ini punya budaya ’jam karet’ sudah puluhan tahun umurnya, namun nyata-nyata belum kadaluarsa juga. Apakah kita sama sama-tidak merasa bahwa kerongsokan pemanfaatan waktu ini sudah jadi bom waktu, tinggal tunggu meledaknya? Bukankah untuk mengupayakan berbagai keunggulan dan bisa ’menang’, di era kompetitif ini kita perlu terbiasa dengan ”deadline”, urgensi, efisiensi, bahkan upaya ”mencuri waktu”?

STOP Buang Kesempatan Emas
Seorang teman, pemilik sebuah kontraktor bangunan besar menceritakan kiatnya dalam memenangkan kompetisi. ”Yang penting bangunan kita bangun tepat waktu. Bayangkan betapa banyaknya sumberdaya, material dan bunga bank yang terbuang bila ada delay”. Di sini hukum klasik ”waktu adalah uang” benar-benar berlaku. Sebaliknya, teman saya kehilangan kesempatan kerja yang ia impikan karena terlambat hadir pada saat wawancara. Sepupu saya sport jantung, hampir tidak jadi menikah, karena penghulunya tidak bersedia menunggu lebih lama karena harus menikahkan di tempat lain. Pernahkah kita kehilangan pelanggan karena servis kita lama, tidak sesuai waktu yang dijanjikan?

Setiap orang yang terlambat, lupa janji, teledor berlama-lama dalam bekerja, sebenarnya punya rasa bersalah dalam dirinya. Namun, kita banyak tidak menggarap rasa bersalah itu dengan melakukan tindakan perbaikan. Sebagai akibat, kebiasaan bekerja dengan deadline, menghormati waktu orang lain, tidak menjadi obsesi individu bahkan sudah tidak terasa mengganggu lagi. Padahal, sebaliknya, ”waktu” di-”mainkan” dan dimanfaatkan orang lain untuk berbisnis. Dalam bisnis pelayanan misalnya, jika kita ingin menyenangkan hati ’customer’, maka menjaga komitmen waktu sebetulnya adalah sarana yang sangat baik, sekaligus paling sederhana. ”Saya memilih perusahaan penerbangan ini, karena selalu tepat waktu” demikian komentar pelanggan. Bukankah hal ini sebuah fitur pemasaran yang ampuh?

Mungkin kita tak boleh lagi menunda untuk mem-benchmark perusahaan yang sudah sedemikian paham dan ’alert’ bahwa waktu adalah hidup–matinya, dan menciptakan berbagai tools yang membantu untuk selalu waspada dan menjualnya sebagai nilai tambah, misalnya saja, Mc Donald punya jam pasir, di mana pesanan sudah harus muncul sebelum pasirnya habis, atau mereka akan kena penalti, harus memberi hadiah ke pelanggan.

Bukan Sekedar Sibuk, tapi ‘Sibuk’ yang ‘Added Value’
Kita tahu bahwa memang ada orang yang lebih pintar, lebih menawan, atau lebih trampil dari yang lain. Dan, kita juga tahu bahwa setiap kita punya ’modal’ waktu yang sama, yaitu 24 jam atau 1440 menit atau 86400 detik sehari. Dengan modal waktu yang sama, kita perlu menguasai trik-trik untuk bisa unggul. Seperti kalimat bijak Henry David Thoreau, “It's not enough to be busy, so are the ants. The question is, what are we busy about?

Teman saya, seorang eksekutif yang super sibuk, memimpin beberapa perusahaan sekaligus, selalu kelihatan ”punya banyak waktu” untuk pelanggan maupun anggota timnya. Dengan santainya ia memilih pertemuan, tugas, proyek yang penting saja untuk digarap. Sisanya, ia delegasikan. Ia cermat mengkalkulasi waktu perjalanan di Jakarta, menghafal spot-spot kemacetan lalu lintas, sehingga sangat jarang ia terlambat menghadiri pertemuan. Ia pun tidak lupa ”mengulik” waktu untuk beristirahat, berelaksasi, merawat kecantikan, berkomunikasi telpon atau bahkan berkontemplasi. Ia yang senang bila disebut sebagai orang yang ”santai”, seolah tidak pernah dikejar waktu. Inilah sebenarnya individu yang ”advanced” atau canggih dalam pemanfaatan waktu.

Ambil Langkah Nyata, Sekarang!
Seorang kolega di sebuah perusahaan terkemuka, setiap kami bertemu mengeluhkan budaya ngaret di kantornya yang begitu parah. Orang-orang biasa datang ke kantor terlambat lebih dari satu jam, istirahatnya diperpanjang semau gue dan pulang lebih cepat tanpa terlalu merasa bersalah. Suatu hari, saya menemukan banner besar dipasang di tiap lantai di kantornya yang berbunyi,”Ayo dooong, kerja tepat waktu…” Ketika pertama melihat, saya tersenyum sendiri karena membaca nuansa ‘desperado’ dan ‘capek deh…’ di balik pesan sederhana itu.

Namun, kemudian teman saya yang bekerja di kantor tersebut menceritakan betapa mereka kini mulai meng-enjoy suasana efisiensi waktu, saling hukum, saling monitor, saling memberi hadiah dan bahkan merayakan efisiensi dan efektivitas waktu. Satu hal yang tidak bisa kita lupakan, suka tidak suka, campaign efisiensi waktu yang paling ampuh dan sederhana adalah bila para manager, termasuk “top management”, mau berkorban pasang badan sebagai role model yang ‘walk the talk’. Bayangkan betapa “happy”-nya kita bila sikap efisien waktu ini kemudian tertular ke bawahan, pelanggan bahkan ke lingkungan yang lebih luas lagi. Reputasi perusahaan bisa menjadi “daya jual” tersendiri.


di copy dari tulisan
Sylvina Savitri & Eileen Rachman
EXPERD

Soft Skills Training

Ditayangkan di KOMPAS, 10 November 2007



TROCADERO langkah awal DMB Groups



Mampir ya kalau ke BANDUNG.......