FOOTSAL Investasi yang menggiurkan


FOOTSAL seperti mewabah di indonesia termasuk Jakarta. Saya dan temen2 kerja baru mulai main footsal 1 hari lalu.... wuahhh capeknya, ternyata umur ini sudah tua.... main 5 menit aja sudah ngos ngosan.....

Dalam dudukku saya terbayang, "Waah berapa duit nih orang bikin lapangan footsal spt ini?"
Hayuk kita berhitung bareng2, tunggu ya jangan ditutup dulu... baca ampe akhir ya....

Saya gak tahu pasti luas lapangan yang diperlukan tapi sepertinya 500 m juga cukup.
Kita cari tanah misal di Bandung dengan harga 1 meter = Rp 1 jt jadi 500 m = 500 jt.
Bagunan indoor pinggir terbuka kira2 Rp 250 jt. Total Investasi Rp 750 jt.....

Pendapatan, kalau melihat yang di sini 1 jam = 300 rebu.
1 hari efektif 5 jam = 1,5 jt.

Misal di bandung 1 jam = 200 rebu 1 hari = 1 juta.
1 bulan 30 hari = 30 juta.
1 tahun 30 jt x 12 = 360 jt, 2 th = 720 jt.......

Ternyata sepertinya kira kira ROI (Return Of Investment) secara wajar = 2 tahun.
Setelah 2 tahun jadi keuntungan kita....

MAU?

Apalagi dibarengi dengan promosi dan event2 pertandingan , sepertinya 1 tahun juga bisa balik modal tuh......

MAU?

Kalau sekarang belum punya modal NGUTANG dulu aja, pakai metoda BODOL..... atau paling tidak kita punya MIMPI dulu bahwa suatu saat saya harus punya lapangan footsal, seperti mimpinya sang anak Singa yang pingin makan daging.....Sepertinya saya juga sudah pingin tuh,..... suatu saat nanti saya Insya Alloh punya Lapangan Footsal.

The Power Of DREAM adalah sesuatu yang sangat menentukan, MIMPILAH selagi bisa.....

Yuk Bareng-2 bermimpi indah........

DenMasBroto GROUP

Belajar dari Anak Singa


Anak Singa....., Pasti kita sering melihat anak-anak singa di TV - TV yang sedang bercanda dengan induknya. Apa yang kita dapat dari tontonan itu? Ada yang bilang wahh... singa-singa ini ternyata punya rasa kasih sayang ya? sampai2 ada pepatah Tidak ada singa yang memakan anaknya sendiri .????? eh salah ding ... MACAN... tapi gak mengapa karena singa dan macan itu sama2 sayang ama anak2nya...he he he...

Yang mau saya katakan disini bukan itu... tetapi kita harus bisa lihat sifat dari anak singa. Apa yang bisa kita lihat? Jawabnya adalah TUJUAN dan KEINGINAN. Walaupun seekor anak singa, pastilah mempunyai KEINGINAN untuk makan daging, sepertinya tidak ada anak singa yang punya keinginan makan rumput...ha ha ha, jika ada itu bukan anak singa tapi anak kelinci.....Setiap ada sapi lewat didepannya pasti anak singa NGILER pingin menerkam, huummm.. happppb, tapi apa daya taringnya belum tumbuh. Apa yang dilakukan anak singa? dia BELAJAR dari induknya, dia selalu mengikuti induknya untuk ketemu sang sapi dan hanya memakan daging bekas induknya, sampai setelah dewasa sang singa bisa menerkam sapi sendiri.
Apa yang dapat di ambil hikmahnya buat kita manusia?
1. KEINGINAN : Manusia harus seperti anak singa yang mempunyai keinginan yang besar melebihi apa yang dia mampu sekarang. Harus BERMIMPI dan harus besar mimpinya.
2. Tidak Ada yang SIA-SIA : Segala proses untuk terpenuhinya keinginan kita tidak ada yang sia sia, seperti anak singa yang selalu mengikuti dan hanya melihat induknya menerkam sapi. Seperti halnya kita misal kita ingin sukses berdagang, segala proses mencapai sukses adalah sangat - sangat tidak sia-sia, walaupun kita keluarkan banyak untuk itu, baik waktu maupun biaya. Kita ketemu banyak orang untuk cerita bisnis, walaupun tidak langsung untung saat itu, mungkin bisa untung bulan depan, tahun depan atau 10 tahun mendatang. Kata orang pinter NETWORKING kita akan tambah banyak, dan Islam mengajarkan SILATURAHMI bisa memperpanjang usia dan memperbanyak rejeki.
3.TUJUAN : Untuk memenuhi keinginan kita maka wajib kita menentukan tujuan hidup kita kita. Seperti di contoh di atas keinginan anak singa adalah ingin makan daging , tujuan anak singa pingin bisa menerkam sapi supaya bisa makan daging. Begitu kira2.
4.STRATEGI : Untuk mencapai tujuan kita butuh cara untuk mencapainya, seperti dalam contoh caranya dengan Belajar melihat induknya menerkam sapi.
Nah.... apakah kita sudah punya tujuan untuk suatu keinginan yang besar ?
Apakah kita punya keinginan yang luebbih besar dari yang kita mampu sekarang ?
Berapa berguna hidup kita ? untuk keluarga kita? untuk Bapak Ibu kita? untuk lingkungan kita? untuk agama kita? untuk Bangsa dan Negara kita?
Tidakkah kita punya keinginan yang lebih besar untuk menjadi orang yang lebih berguna lagi....????

Banyak contoh TUJUAN yang baik dalam hidup ini :
- Saya ingin hafal Quran, jadi saya bertujuan menjadi penghafal Al-Qur'an
strateginya dg mencoba menghafal 2 ayat 1 harinya
- Saya ingin membantu orang lain, jadi saya harus bisa membantu orang lain,
strateginya dengan membuat suatu perusahaan yang menyerap banyak
karyawan.
- Saya ingin bebas finansial, jadi saya bertujuan untuk bisa bebas finansial,
strateginya saya harus bisa mulai investasi, membuat warung kopi, kos-kosan dll.


Salam

DenMasBroto

NB : Bahan didapat dari kisah yang diceritakan Bung RURI NAZIF, Seorang Entrepreneur Muda dan Employee Sukses. Salah satu karyanya di Depok dan Bandung "ZOE CAFE"


Robert T. Kyosaki, Haruskah kita pindah kuadran?"


Waktu YM ama temen , saya dapat pertanyaan, "Apakah harus semua orang itu harus pindah kuadran?", "Ajaran Robert T Kyosaki itu ajaran materialistik" dan lain lain.
Kalau pandangan saya pribadi adalah bahwa setiap orang punya cara masing masing dalam menjalani hidup, jadi TIDAK WAJIB untuk pindah kuadran (kuadran yang dimaksud adalah kuadrannya Kyosaki), karena tidak ada ayat Qur'an atau hadist yang menyatakan tentang kewajiban untuk pindah kuadran........he he yang ada tentang kewajiban sholat, puasa, zakat, berbuat baik, dll.

Menyinggung soal kuadran bagi yang belum pernah baca bukunya Robert T.Kyosaki saya ulas ulang sbb :
Ada 4 Cash Flow Kuadran :
1. EMPLOYEE : Dimana orang2 menjadi pegawai atau dalam kata lain bekerja untuk orang lain. Banyak contoh di kuadran ini termasuk saya, pegawai swasta, direktur perusahaan X, guru SD, pembantu RT, TKW, dan banyak lagi.
2. BUSINESS OWNER : Orang2 dalam kuadran ini cenderung membuat sistem yang mempekerjakan orang lain dan mempunyai sektor yang diusahakan untuk menghasilkan income. Tapi kita masih tetap ambil kendali di dalam bisnis ini, walaupun jika sudah mulus kita bisa kontrol sekali-kali saja.
3. SELF EMPLOYED : Dimana orang orang di kuadran ini merupakan orang2 freelance yang bekerja tidak karena orang lain tetapi karena perintah kebutuhan dirinya sendiri dan punya keahlian khusus untuk melakukan itu, contohnya Seorang Dokter yang buka praktek di rumah, Konsultan teknik, Ahli Instalatir listrik panggilan, dsb
4. INVESTOR : Orang2 yang menggunakan uangnya untuk Investasi, disini Uang dijadikan alat pencari Uang, atau Uang cari Uang untuk kita. Contohnya : Menyewakan rumah untuk kos-kosan, menyewakan kendaraan, Meyewakan Appartemen, Membuat Lapangan Bulu Tangkis atau lapangan Footsal, untuk disewakan, dsb.

Kembali ke pertanyaan : "Apakah kita harus pindah kuadran?" jawabannya tergantung Anda dan Alloh yang menentukan segala peran kita di dunia ini, walaupun kita diharuskan tetap berikhtiar untuk mencapai tujuan. Yang pasti mau di kuadran mana di usia senja kita? Disini saya akan memberikan contoh2 saja dan semua kesimpulan saya serahkan kepada pembaca semua :
1. Saya pernah bertemu dengan seseorang dari Bandung yang hendak naik haji...Beliau ini sangat Low profile sekali sewaktu saya tanya "Kerja dimana Pak?"
Beliau menjawab : "Di Jasa Marga, sebagai tukang karcis Tol". "Hebat juga Bapak", pikirku, ini sampai menyisihkan sebagian gajinya untuk naik haji.
Saya lanjut bertanya "Bisnisnya apa Pak".
Jawabnya "Hanya punya Kos-kosan"
Setelah terjadi dialog ternyata Bapak Muda ini punya kos-kosan 70 kamar...... yang Beliau rintis dari kuliah dulu yang semula punya 1 rumah sampai rumah-rumah disekitarnya kebeli semua. Dan 1 kamarnya minimal di dapat Rp 200 rb / bulan jadi untuk 70 kamar minimal didapat 14 juta 1 bulan.... WOOOOW DSHYATTTTTTTTT!!!! Dukbrkaz!!!. Ternyata beliau ini berada di kuadran EMPLOYEE sekaligus INVESTOR. Tanpa kerjapun sudah dapat 14 juta perbulan.
2. Al Imam Al-Ghazali, sebelum Beliau menjadi Sufi beliau adalah seorang Menteri yang sukses yang kaya dan meliau memilih meninggalkan semua gemerlap dunia untuk mendekatkan diri kepada Alloh sang pencipta. Disini menandakan bahwa hidup adalah pilihan.
3. Khalifah Ustman beliau adalah seorang entrepreneur yang sholeh walau kaya raya tapi Insya Alloh masuk surga.....
4. Ada hadist yang mengatakan "10 pintu rejeki dan 9 pintunya dari dagang"
5. Saya melihat beberapa remaja yang baru lulus kuliah, dia ini putra seorang petinggi seorang karyawan BUMN dengan jabatan lumayan tinggi, ternyata susah juga mencari pekerjaan. kenapa? karena pekerjaan kita sebagai karyawan tidak bisa kita wariskan ke anak2 kita. gimana untuk tahun2 mendatang , pasti lebih susah mencari kerja, lha wong untuk kuliah saja harus keluarkan dana yang begitu besar.....
6. Saya melihat juga anak2 seorang pemilik Restoran, Anak-anaknya sukses dengan meneruskan usaha yang telah dirintis kedua orang tuannya.....dan makin berkembang sampai sekarang, dan yang lebih baik lagi anak2nya semua sholeh baik2 dan sudah pada naik haji semua....
7. Waktu saya pulang kampung lebaran lalu banyak orang 2 kampung saya datang dan minta dicarikan pekerjaan, bahkan ada salah duanya yang temen SD saya....Duh.... jika saya bisa kasih pekerjaan, maklum saya masih seorang EMPLOYEE dan baru berusaha untuk pindah kuadran.... jadi belum bisa memberi mereka pekerjaan itu.
8. Di Bandung saja banyak orang yang mau di gaji dengan 500 rb satu bulan, kenapa? karena mereka memang membutuhkan penghasilan, syukur-syukur bisnis kita maju dan kita bisa kasih lebih ke karyawan. Sampai mana kita bisa mewarnai kebaikan di sekitar kita?

Jadi kesimpulannya terserah Anda, tidak ada yang menyalahkan mau pindah kuadran atau tidak........
Pertanyaan kedua tentang Robert T.Kyosaki itu materialistik, emang benar semua ajarannya ajaran mencari uang dengan benar, jadi " You do not need to work HARDER but should work SMARTER".
Kita bisa ambil ajaran - yang bagusnya dengan tidak meninggalkan Syariat perintah agama kita....... biar kita tidak terkungkung terhadap kebiasaan kita sehari-hari (seperti kodok dalam tempurung)... dan yang penting satu tadi "Jangan tinggalkan perintah agama kita, Jangan terlena dengan harta dan keberhasilan"
Ada 1 doa yang bagus :
" Yaa Alloh jika Engkau memberikan kelebihan rejeki kepada hamba-Mu ini , jangan Engkau buat hatiku terpaut padanya"


Salam,

DenMasBroto

Berikan Kailnya Jangan Beri Ikan


Salah satu kesiapan seorang enterpreneur adalah SIAP BERBAGI selain juga harus SIAP RUGI dan SIAP UNTUNG.
Dalam hal berbagi saya ada tips supaya apa yang kita berikan kepada orang yang membutuhkan menjadi bermanfaat.

Tips nya adalah BERIKAN KAILNYA JANGAN BERI IKANNYA......

Manusia memang beraneka ragam, ada yang kaya ada yang miskin, ada yang sholeh ada yang nggak sholeh, ada yang baik ada yang jahat, ada yang jujur dan ada pula yang tidak jujur, ada yang selalu riang gembira ada yang sering sedih terhadapo nasib..... yahhhh begitulah manusia.....

Orang yang baik kalau bisa kasih nasehat kebaikan kepada orang yang kurang baik walaupun kita sebagai manusia tidak mungkin bisa merubah sifat seseorang kecuali Alloh sang Maha Berkehendak, tapi dengan ikhtiar kita mungkin Alloh berkehendak seperti yang kita ikhtiarkan. Yang punya rejeki wajib membantu kepada yang belum diberikan rejeki dalam bentuk ZAKAT atau INFAQ. INFAQ atau membantu sesama yang membutuhkan sebaiknya kita berikan kepada orang2 di sekitar kita dahulu , yang hidup disekitar kita dan kita melihatnya setiap hari.....dan lebih baik tidak diberikan dalam bentuk uang tunai tetapi bentuk lainnya yang dengan bantuan tadi orang yang kita bantu akan bisa lebih mandiri.
Sebagai contoh :

1. Bekerja sama dengan lembaga sosial terpercaya seperti Baitul Mal Muamalat, Dompet Dhuafa, PKPU dll dalam hal pemberdayaan ekonomi umat. Dengan uang 1 juta kita bisa buat bisnis kecil yang akan di operasikan oleh orang yang kita bantu , misalnya jualan gorengan, nasi goreng, dll. Dan dalam waktu 1 tahun perkembangan bisnis orang tersebut akan dimonitor oleh lembaga tsb dan dilaporkan ke kita. Jika dagangannya berhasil dan bisa beroperasional, maka uang yang 1 juta dikembalikan ke kita atau di alihkan ke orang yang membutuhkan lainnya....

2. Kalau tetangga kita sekarang atau tetangga kita di kampung ada yang butuh bantuan dan mau beternak domba, kita bisa berikan bantuan dalam bentuk domba betina yang subur. Orang tersebut akan memelihara domba yang kita berikan sampai domba tsb melahirkan anak. Perjanjian kita jika domba sudah beranak, maka tunggu anak-anak domba itu bisa mandiri (sudah disapih induknya) setelah itu induknya dikembalikan ke kita dan anaknya semuanya menjadi milik orang itu......Induk yang sudah dikembalikan akan digilir kepada orang2 yang membutuhkan lainnya dengan cara sama seperti di atas. Coba bayangkan ? ? ? dengan beli induk betina domba Rp 700 ribu kita bisa membantu lebih dari Rp 700 rb dan orang yang kita bantu jadi lebih banyak. Karena biasanya anak sekali melahirkan domba rata rata punya anak 2 atau 3, dalam 1 tahun 1 buahnya mungkin bisa dijual dg harga Rp 500 Rb, 2 anak Rp 1 juta. Dan bila induk betina tadi sudah tidak subur lagi kita bisa jual dan ditukarkan dengan induk betina yang baru dan subur........ Insya Alloh dengan niat yang baik anaknya akan banyak dan bermanfaat ..... AMIEN. ......

3. Mirip dengan Nomor 1 tapi kita tidak serahkan kepada badan sosial (kita tangani sendiri). Dengan uang 1 juta sd 2 juta kita bisa pinjamkan kepada orang yang kita kenal jujur , mau berusaha , berfikir positif dan mau maju serta memang membutuhkan bantuan untuk perbaikan kehidupan untuk berjualan. Biasanya suami bekerja cari nafkah yang sudah biasa dilakukan, dan dengan uang yang kita pinjamkan kita arahkan untuk buat warung gerabat (jualan keperluan rumah tangga contoh : jual beras, minyak , cabe , plastik, bensin botolan dll) yang bisa ditungguin oleh sang istri. Kita berikan masukan2 supaya jualannya laku dan semakin berkembang, sebagai contoh : jangan campur uang jualan dengan urang rumah tangga, selalu bayar jika ambil barang dsb. Sama dengan di atas, kita tidak janji untuk diberikan uang tapi DIPINJAMI... dan akan dikembalikan dalam waktu 1 tahun, jika belum bisa ditambah waktunya jadi 2 tahun.... Jika dijalankan dengan benar dan kesungguhan Insya Alloh usahanya akan berkembang. Alloh pasti melihat akan usaha atau ikhtiar seseorang hamba-Nya....................

Jadi saya ulangi lagi >BERIKAN KAILNYA JANGAN BERI IKANNYA..... Berikan sistem Usaha jangan beri uang tunai......
Selamat Berkarya sambil Beribadah....

Salam

Hutang Baik vs Hutang Jelek


HUTANG......
Apa yang Anda pikirkan tentang berhutang?
Banyak di antara kita memandang bahwa berhutang adalah sesuatu yang memalukan.... dan merasa sebagai orang miskin.
Bahkan Mertua saya juga pernah menasehati agar jangan berhutang...... ? ? ? karena seumur hidupnya sampai sekarang beliau belum pernah berhutang ....

Mari kita bedah tentang hutang .
Menurut teorinya Bang Purdie Chandra... kita harus bisa menggunakan taktik BODOL dalam berusaha. Apa artinya? BODOL adalah singkatan dari Berani Optimis dengan Duit Orang Lain.
Apa maksud dari Duit Orang Lain disini? maksudnya adalah duit pinjaman alias duit hutangan alias loan alias opo wae sing di pinjam dari perorangan atau institusi (Bank).
Berani Optimis maksudnya kita optimis bisa mengembalikan duit yang kita pinjam tadi dengan lancar dan bahwan membawa kebaikan ke kita, keluarga kita, agama kita, lingkungan kita, bangsa , negara , bahkan dunia.

He he he Jadi orang itu kudu optimis.... kalau pesimis kita akan jadi pusssing.....

Nah, melanjutkan tentang hutang.... dari tausiahnya Abu Sauqi pemilik Rumah Zakat Bandung, ada 2 kategori hutang yaitu hutang yang baik dan hutang yang jelek. Hutang yang baik itu jika dengan hutang tersebut maka akan ada tambahan pendapatan ke kita.... lho kok?
Sebaliknya hutang yang jelek jika dengan hutang tersebut kita akan dikurangi kantong kita untuk bayar hutang.....
Sebagai contoh: kalau kita kredit mobil sedan kinclong harga Rp 450 jt dengan DP 30% = Rp 150 jt jadi hutangnya Rp 300 jt dan mobil itu hanya kita pakai jalan2 keliling komplek dan ke kantor. Maka dengan bunga 5% per tahun, cicilan untuk 5 tahun adalan sekitar Rp 6.250.000,- /bulan . Uang itu harus kita ambil dari kantong gaji kita.... wuihhhh selama 60 bulan kita harus keluarin tuh duit.... tuing tuing tuing ! ! !
Itulah yang disebut HUTANG yang JELEK.
Coba Uang Rp 450 juta tadi dibelikan Franchise INDOMARET atau ALFAMART Rp 400 jt, dan yang Rp 50 jt beli sedan Great Corola 94. Kita tetep bisa keliling komplek dan ke kantor walau beda mobil. Hayuk kita hitungan :
Menurut "TEMEN" saya yang sudah punya INDOMARET, beliau mengatakan bahwa penghasilannya dari Toko tsb minimal setiap 3 bulan adalah Rp 40 jt. jadi 1 bulan penghasilan minimal adalah Rp 13 juta..
Dengan perhitungan hutang yang sama dengan di atas yang perbulan harus bayar hutang Rp 6.250.000,- kita tetep aman , karena penghasilan kita Rp 13 jt per bulan, jadi kita tidak keluar uang untuk bayar hutang yang Rp 300 jt itu, tapi kita kemasukan uang yang ngalir ke kantong sebesar Rp 13 jt - Rp 6.250.000 = Rp 6.750.000 ,- / bln.. weleh weleh.......DUKBRAKS . Itulah yg disebut HUTANG yg BAIK.
Banyak contoh2 hutang yang baik lainnya, misal hutang buat bikin kos-kosan, sewa mobil, sewa properti dll.
Pengalaman saya , besok ini saya juga akan Akad Kredit dengan BNI untuk beli kios di Mall, begini ceritanya: Ada yang mau pindah ke Jakarta dari Bandung. Dan beliau mau jual Kios di Mall-MTC. Beliau belinya 1 tahun lalu Rp 145 jt tapi dicicil 3 tahun. Sekarang beliau jual 160 jt total, dengan membayar Rp 77 jt ke beliau dan melanjutkan kredit Rp 2,3 jt/bln x 34 bln dan BPHTP sekitar 2 jt. Tanggungan masih Rp 81 jt. Saya ajukan kredit ke BNI karena kalau dilunasi oleh pihak Mall akan didiskon Rp 15 jt, jadi tanggungan tinggal Rp 66 jt. Ternyata di BNI saya dapat bunga 9% dari yang disetujui Rp 60 jt dengan jangka waktu 5 th, cicilan per bulan Rp 1.2 jt ehhh agak ringan.
Ternyata dengan ngutang di BNI total uang yang saya akan keluarkan sampai 5 th adalah Rp 1,2jt x 60 = Rp 72 jt ditambah Rp 6 jt ( karena yg disetujui Rp 60 jt tidak Rp 66 jt ) total = Rp 78 jt..... Uppps ternyata lebih murah....? jika saya terusin nyicilnya saya harus bayar Rp 81 jt dalam waktu 33 bulan, tapi kalau ngutang ke BNI saya harus bayar Rp 78 jt dalam waktu 60 bulan.....??? hayooo pilih mana , ya pasti yang kedua donkkkkkk! Untung Rp 3 jt.... Belum lagi setelah tanda tangan Perjanjian Jual Beli pihak Marketing Mall berkata pada saya " Wah , Sampeyan untung Rp 140 jt dalam waktu 3 minggu" , "Kenapa?" tanya saya serius, dia menjawab karena harga Kios itu sekarang Rp 300 jt. "Alhamdulillah Yaa Alloh" jika Alloh menghendaki rejeki itu bisa datang dari mana saja dan kapan saja....
Jadi Rejeki yang saya dapat Rp 143 jt dan perpanjangan masa nyicil 2 tahun... sekali lagi Alhamdulillah.

Sekarang masalah bayar cicilannya gimana ? Wah ... harus cari akal nih..... Ahhaaa? saya ada ide optimis.... Insya Alloh saya akan buka Pecel Madiun MasBroto dengan target pasar Karyawan Mall dengan harga Rp 3500 - Rp 5000 per porsi. Doakan ya? supaya saya dapat bayar cicilan dan bisa gaji yang kerjanya , kasihan masih banyak orang orang sekitar kita yang butuh kerjaan.

Mudah2an hutang saya menjadi HUTANG yg BAIK. Amin